J.P.V.F.K: Jakarta - Paris via French Kiss

Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, berlari di jalur jalur underground Metro di Paris, terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London, terpelintir antara memori dan kenyataan di gedung gedung tua di Milan, teraduk gelombang fashion dunia di Show Christian Dior, Channel, Fendi, Max Mara, Prada, dan Paul Smith Padahal kami mereka terPetualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, berlari di jalur jalur underground Metro di Paris, terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London, terpelintir antara memori dan kenyataan di gedung gedung tua di Milan, teraduk gelombang fashion dunia di Show Christian Dior, Channel, Fendi, Max Mara, Prada, dan Paul Smith Padahal kami mereka terikat di Jakarta Mereka adalah AlifSiapa saya ini Seorang tamak cinta yang mendambakan freedom, dua sisi yang bertolak belakang Yang pertama butuh komitmen dan perasaan, yang kedua butuh keberanian dan ketidakpedulian God Bagaimana harus menggabungkan keduanya Saya tak mau hanya salah satu.Raisa Elu bikin gue sangat kecanduan, pingin terus terusan ketemu Gue pikir, friends becomes lovers Why not I m good enough for him, he s always nice to me, what I will move first ladies first.Didi Gue juga maunya hanya french kiss, dia juga gitu Hari begene kok sesama laki laki pacaran, too old fashioned, katanya begitu Lagi pula kalau dipikir pikir, sesama laki laki pacaran, life goal nya apa Nisa Sandwich Hah Sandwich selain roti adalah semacam istilah untuk satu sex activity yang melibatkan tiga orang, dua sebagai roti, satu sebagai daging atau selada untuk vegetarian Pasti ada yang tidak benar dari kode gerak bibir Gavin ke Oliver Pasti mereka punya hidden agenda.
J P V F K Jakarta Paris via French Kiss Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga berlari di jalur jalur underground Metro di Paris terhanyut dalam dilema kesetiaan di lantai dua bus merah di London terpelintir antara memor

  • Title: J.P.V.F.K: Jakarta - Paris via French Kiss
  • Author: Syahmedi Dean
  • ISBN: 9792214658
  • Page: 284
  • Format: Paperback
  • J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss by Syahmedi Dean J.P.V.F.K alias Jakarta Paris via French Kiss Judul yang cukup menantang, apalagi ada kata kata French Kiss nya, pastilah banyak yang menganggap buku ini vulgar Kenyataannya memang seperti itu walaupun kevulgarannya m Campur aduk. Books similar to J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss Listen with Audible Sponsored Genres J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss by Syahmedi Nah, demikian ringkasan cerita yang dapat saya bagi mengenai novel J.P.V.F.K ini Sekarang, giliran saya memberikan kesan setelah membaca novel ini Terus terang, saya membaca novel ini karena saya terpukau dengan seri pertama tetralogi fashion, sehingga ingin melanjutkan membaca. PDF Rabbit at Rest Rabbit Angstrom Book J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss by Syahmedi Dean Freedom from Toxic Relationships Moving On from the Family, Work, and Relationship Issues That Bring You Down PDF Expositional Preaching How We Speak God s Word J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss by Syahmedi Dean National Anthem by Kevin Prufer Theory by Dionne Brand Foxfire by Eliot Wigginton, Kaye Carver Collins, Angie Cheek We Hope for Better Things by Erin Bartels The Writer s Manifesto by Jeff Goins All Freed Phoebe Meadows, by Amanda Carlson Pdf J.P.V.F.K Jakarta Paris via French Kiss by Syahmedi Dean Foxfire by Eliot Wigginton, Kaye Carver Collins, Angie Cheek Theory by Dionne Brand Montana Morning Kilbourne Clan by Sharon Flesch Saving Liam Saving Liam, by D.P Denman The Writer s Manifesto by Jeff Goins All Summer in a Day. Live in Infamy by Caroline Tung Richmond Pdf Book Download Live in Infamy by Caroline Tung Richmond Pdf Book ePub Return to the world of The Only Thing to Fear In the eighty years since the Axis powers NZfSNZfSaNZfSaa hwm cn plLl hwm cn fa z hhqL Ah Qq ce x Ahhqa hhqa hfaL hdh amLff pa o X X f t J e Home Math ll.f A iVVle tkeno is e choice OV e VVtJht ctsk ,.f l i ter r i e I b e i C lrr C I C t , k t, CJ t Yl flj h t t h Q i h I iF J t i V if v I eX p e c f c I Yl e f I C l porClt Vf e, iS vsi os ke_j Ia be qbove E I Oh VI E f v q I YY f Q r V,I P ac cf evC f fq, f cJ en Cvte s c ec f arf Jakarta Jakarta d k r t Indonesian pronunciation d a karta , officially the Special Capital Region of Jakarta Indonesian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta , is the capital and largest city of Indonesia.

    1 thought on “J.P.V.F.K: Jakarta - Paris via French Kiss”

    1. Mungkin ini buku keduanya,tapi saya nggak menyangka bakal sangat menyukainya. Waktu itu sedang iseng-iseng ke toko buku bekas seberang rel dekat St. Tebet,dan si oranye ini mencuri perhatian mata lantas saya beli. Fashion bukan hal yang lumayan asing,meski cuma suka melihat rancangan yang unik dengan permainan warna maupun motif buatan sang desainer. Begitu pula buku ini yang membahas kehidupan orang-orang yang bergelut di dalam peliputan fashion,buku kedua setelah Style karya Baek Young-Ok,yang [...]

    2. In a sequel from Syahmedi Dean's tetralogy, I guess it much more fully informed about fashion, life style and how Alif, Raisa, Didi and Nisa working as journalist in media industry. Actually interesting part of this book is mostly about romance. Raisa develop her feeling to Alif, while Alif is confusing his own feeling. Didi in other side is trying not to falling in love and Nisa want a little adventure in terms of love. It's complicated and even dramatic

    3. Plotnya sebetulnya menarik, tapi karakter-karakternya banyak yang kurang tergali, jadi cetek dan stereotipikal. Ketika mereka melakukan hal bodoh demi hal bodoh, saya gagal untuk berempati.Info yang paling seru cuma gimana "gigih"nya wartawan fesyen cari berita, sampai ngakalin segala cara biar bisa nyelundup ke fashion show desainer ternama meski ga punya undangan 😁

    4. Bisa juga dibaca di sini: kandangbaca/2013/Peringatan: Reviu ini mengandung spoiler buku pertama. Bila kamu ingin membaca tetralogi fashion, mending abaikan reviu ini deh.J’Adore - Jakarta Paris Via French Kiss adalah buku kedua dari tertralogi fashion yang berkisah tentang empat wartawan lifestyle, di mana fokus utama cerita adalah Alif, seorang fashion editor di sebuah majalah fashion/lifestyle terkenal di Jakarta. Di buku pertama, Alif terlibat kisah cinta ‘diam-diam’ dengan bawahannya [...]

    5. Campur aduk. Itulah perasaan saya ketika membaca buku ini. Dibilang suka, cerita buku ini bisa dibilang lumayan seru, bikin penasaran. Dibilang membosankan, bisa juga, sebabnya terlalu banyak detail tentang fashion dibahas di buku ini, yaa namanya juga buku bertemakan fashion.J.P.V.F.K. alias Jakarta-Paris via French Kiss. Judul yang cukup menantang, apalagi ada kata-kata French Kiss-nya, pastilah banyak yang menganggap buku ini vulgar. Kenyataannya memang seperti itu walaupun kevulgarannya masi [...]

    6. Well, I must say that the second novel is way more neat then the first novel (Ednastoria). Saya dapat melihat ada bagian yang improving dari yang sebelumnya. Penulis sudah mulai mendeskripsikan detail lingkungan di sekitar tokoh dan tidak menyebutkan merk secara berlebihan, sehingga tidak mendistraksi konsentrasi pembaca. It doesn’t feel like reading a fashion encylopedia anymore. Penulis juga mulai ‘berani’ menyertakan adegan french kiss dari pasangan gay walau masih secara implisit.Hanya [...]

    7. "Siapa pun harus peduli pada penampilan, karena pada dasarnya manusia itu 'Do judge a book by its cover.' What can we do, except enjoy it.""Apa pun orientasi kita, kita harus menjaga karakter asli. Kalau laki-laki ya tetap laki, kalau perempuan ya tetep pere. Jangan rancu.""People is just like fashion, always changing, always asking for more. Time, term, and certain situation affect their taste and judgement, meaning new thing or new body is always needed for some adjustment. One suit's only per [...]

    8. Sudah lama saya penasaran dengan tetralogi ini, apalagi setelah cetak ulang dengan cover yang menarik. Kebetulan saya dapat buku ke2 dan ke4 dari sale koleksi teman.Buku ke2 ini berkisah tentang Alif yang ditugaskan oleh majalah tempatnya bekerja untuk meliput 3 acara fashion di Eropa (London, Milan dan Paris). Bersama Haris, fotografer andalannya, mereka mengejar setiap kesempatan untuk mendapatkan liputan yang menarik. Kalau novel metropop biasa saja sudah bertabur merk2 ternama, apalagi metro [...]

    9. Wellwhere shall I start? Hmmm.Buku ini ngambil latar belakang dunia fashion, atau lebih tepatnya dunia fashion editor, jelas. I don't have much comment there, except that it is really exciting (and disheartening at the same time) for someone like me, who has a "black out symptoms" and blind to the fashion world. Exciting karena gue seperti berjalan-jalan di dunia yang baru (dan menyenangkan), disheartening karena fashion sebenernya adalah kejadian sehari-hari disekitar kita. Semua orang berpakai [...]

    10. akhirnya rasa penasaran saya sama tetraloginya syahmedi dean yg semuanya pake rentetan inisial ini terobati. rasanya seperti membaca majalah fashion dan novel metropop secara bersamaan karena novel ini setengahnya persis membahas seputar dunia fashion.Yang menarik bagi saya dari novel ini, cara Syahmedi Dean menuliskan percakapan. "bla bla bla" Saya. daripada "bla bla bla" kata saya. "bla bla bla" Haris daripada "bla bla bla" ujar Haris. terus cara dia membuat ucapan terimakasih juga kind a crea [...]

    11. buku ini emang isinya drama dunia fashion bgt,ada beberapa istilah yg g sendiri kerja di media kagak nyampe, plagi klo dah menyangkut fashion, secara g suka ogah mengikuti pergerakan roda fashion, hihi. intinya buku ini refreshin untuk segi drama,dibandingkan seri pertama, seri kedua ini klimaks-nya lebih banyak jd ceritanya lebih beragam, pergerakan ceritanya cepat dan agak aneh aja sama konflik antara pemeran utama dan istrinya yg ko malah makin gelap. Plus keruwetan sandwich dan resiko dipeca [...]

    12. hmm, mengenai buku ini, saya tidak tahu harus memulai dari mana. Memang pertama kali baca karyanya Syahmedi Dean ya baru buku ini aja, tapi menurut saya, buku yang berlatar belakang fashion ini cukup menghibur. Humor-humornya cerdas dan karena expertise penulis memang di dunia fashion, jelas buku ini memberi wawasan lebih bagi pembacanya yang tidak terlalu faham soal dunia mode seperti saya. untuk alur dan konfliknya juga enak untuk dinikmati, tidak terlalu lambat, juga tidak terlalu cepat. High [...]

    13. Bingung. Ini buku kedua tapi aku belum baca buku pertama. :(Tapi lumayan tertarik soalnya bahas dinia permodelan dan fashion. Jadi pengen ke LFW, PFW, MFW. Sebenernya aku agak bingun pas pertama bacanya. soalnyaya itu tadi nggak baca buku pertamanya. trus pas baca myampek ending malah bikin penasaran. Beneran deh di buku ini semuanya serba nanggung. mulai ceritanya Alif sama Saidah, ceritanya Didi-pas awal baca tak kira dia cewek lho sumpah-dengan Frederico, cerita tragedi ketahuannya Raisa cint [...]

    14. WEllalnya aku excited banget baca nih buku cozi'm not a fashion maniac but i know a little bit of that world so was an amazing feeling when someone lending me this book butBegitu aku selesai baca.I got nothing!Gak ada yg bisa dipetik dari buku ini kecuali perasaan menyenangkan tahu ttg negara2 di Eropa,khususnya basis fashion,ttg serunya fashion week and th lbh bnyk ttg perancang2 yug sebelumnya blm pernah aku dgr,selain itui just got nothing much from this book.Butbuat ngisi waktu luang Ok lah, [...]

    15. aku beli cetakan terbarunya. dan aku baru tau juga ini novel lama. novel ini gak begitu wow aku kira. tapi aku suka klo ada novel yang isinya seputar profesi. dan fashion editor, mmm, tadinya aku bahkan gak tau itu makanan kering jenis apa. tapi rasanya, itu keren.kamu bakal ketemu alif. cowok yang gak pernah nyerah. sensitif. baik dan, ntahlah, doi tipe cowok perfect yang keren dan cowok banget. ya. cowok banget. beda sama didi yang kadang banci dan karena aku baru baca buku ini, didi tu, aku k [...]

    16. Gaya menulisnya sudah beda dari buku pertama. Saya merasa aneh sama gaya bicara Alif. Dia pake kata aku dan lu di satu kalimat. Belum lagi banyaknya kata french kiss di buku ini. Memang sih, di judul buku ini ada kata french kiss tapi kan nggak berarti frase ini diumbar sepanjang buku. Soalnya menurut saya nggak umum orang make kata french kiss di percakapan. Apalagi di percakapan bahasa indonesia.Saya suka sama cerita peliputan fashion week Alif di Eropa. Walaupun bisa dibilang ini bagian yang [...]

    17. Sekuelnya Lontong Sayur niyBagus jugarasa pernah ke Paris dan Milan gituwhahhaha.rasa datang langusng di fashion show para designer ternama dunia.aaaaemang yah pengarangnya jago abis menggambarkan kehidupan metropolitan yg gaul dan fashionable abishidup Syahmedi Dean!!Yang gwe kurang suka dari novel yg ini tuwterlalu fokus di Alif dan didiruu sih, tapi yg lain kagak kebagianowya, cerita Saidah dan alif plus misteri hidupnya Edna bagus bangetkagak kepikiran ampe kesitu tuh.nyak kejutan di novel i [...]

    18. ini buku seri kedua setelah LSDLF (Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion). sbenernya kedua buku ini, meskipun bagus, gak istimewa amat. tapi, detail ttg segala hal menyangkut dunia fashion yang dijelaskan di buku ini emang terasa pas banget. yah, konon penulisnya fashion editor, jadi pantes aja kalo tau banyak.jadi, meski diksinya juga termasuk biasa aja, berhubung pada dasarnya aku suka sama tulisan yg penulisnya tau dan ngerti ttg apa yang ditulisnya (gak sok tau, sok ngerti, padahal ketauan ka [...]

    19. Baca novel ini kaya ngasih pencerahan ditengah novel-novel cinta yang akhir-akihir ini nangkring dirak buku saya.Ya novel ini masih tentang cinta sih tapi bahasan utamanya ga melulu tentang dua orang.Andai bahasanya bisa diterima otak saya dengan baik dan benar, mungkin saya ngasih bintang 4 buat novel ini.Ceritanya oke tapi narasinya puanjang banget, ending nya lebih bikin penasaran ketimbang novel pertamanya

    20. Buku tentang fashion people dalam tugas meliput Fashion Week di London, Milan, Paris dan segala bumbu2nya. Penggambaran detail di buku ini pas, tidak over-descriptive dan tidak kurang. Dengan membaca saja seperti dapat merasakan bagaimana ikut jalan2 ke Eropa ;), sulitnya peliputan, dll. Plus menambah perbendaharaan mengenai Labels :PCerita terlalu banyak fokus pada tokoh2 utama pria saja, yg cewe2nya kurang ter-explore.

    21. Bertugas meliput fashion week di London, Milan, dan Paris, ternyata tidak membuat minggu-minggu Alif di luar negeri hanya berkutat dengan pekerjaan. Kematian Edna, sosok yang pernah memiliki hubungan rahasia dengan Alif, ternyata menyimpan rahasia mengejutkan di Milan. jendelakumenatapdunia

    22. I like it less than LSDLF di sini terlalu kompleks, masalah dan keruwetan 4 orang ditumplekkan sekaligus, meski tetap Alif sentralnya. Belum lagi deskripsi yg kebanyakan saat dia sedang meliput fashion week di Eropa. Suka capek bacanya. Meski, secara keseluruhan masih bisa bilang ceritanya bagus. :)Resensi lengkap ada di sini:t/SGI1LyMEg4

    23. Huh?Dua chapter pertama saya langsung gak suka novel ini. Saya baca cetakam barunya yang j'adore. Mungkin karena saya gak suka fashion dan saya gak nangkep gaya hidup hedonisme jetset metropolitan jekhardah yang mabur ke paris, london, milan dan kota-kota lainnya.Ceritanya loncat-loncat, karakternya rapuh dan malesin baget, pokoknya ah sudahlah.

    24. Persahabatan gak kenal musim dan cuaca akan kita temui di buku ini. Mau temen lagi susah, seneng, jatuh cinta, patah hati or even gaynds are forever.Setting paris bukan cuma buat gaya2an, tapi karena keempat tokoh adalah orang yang bergelut di bidang fashion. dan sang tokoh utama adalah seorang fashion editort menjelajahi dunia fashionista

    25. Buku ini banyak salah ngeja nama orang. That's one of my biggest pet peeves. Menurut gw, kalo mau nulis buku, apalagi tentang industries like Fashion or Music, setidaknya nama orang harus dieja dengan bener. Terus gaya bahasanya dan cara ngalir cerita juga gw kurang suka. Jadi males nerusin baca akhirnya.

    26. Buku ini gue beli pas ada obralan. Harganya waktu itu cuma 10 ribu. Gue nggak punya firasat baik. Gue pikir cuma bakal ngekspose hedonisme metropolitan. Tapi. setelah gue baca GEELAAAAAAAAAAAAAAAA, keren keren keren keren! Nggak murahan. Mengalir. Sangat detail. Dan nggak bikin ngantuk. Salah satu novel terbaik yang pernah gue baca.

    27. bacaan ringan banget sampai dua setengah jam di Gramedia selesainarik soalnya aku nggak begitu ngerti soal fashion dan sumpah drama banget, tapi cara penulisan cukup oke walaupun kadang lambat banget rasanya.

    28. what can i say?buku ini sukses membawa saya masuk dan jalan-jalan ke Paris. saya suka dengan Alif. dewasa sekali. konflik-konflik yang ada juga mulai terasa "penting". maka, pastikan Anda tidak melewatkan satu pun buku dari tetralogi fashion ini ;)great book!

    29. Again, menurutku Syahmedi bisa lebih nakal untuk tema seperti ini. Membaca buku yang mengambil tema Fashion ini terlalu 'suci' untuk tema besarnya. Jadi, seperti baca buku yang lebih religi ketimbang metropop or casual pop

    30. Novel ini menitikberatkan pada masalah hubungan 4 sahabat dan liku2 dunia fashion. Mereka adalah muda-mudi jakarta yang bekerja di fashion magz (kalo ga salah inget) - lumayan asyik dibaca and tanpa kesan norak dan sok tau dalam hal fashion. thumbs up for mr dean ;)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *