Jejak Langkah

Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namn juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yangKehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namn juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode Dan roman ketiga ini, Jejak Langkah, adalah fase pengorganisasian perlawanan.Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad abad umurnya namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak banyaknya bacaan Pribumi Yang paling terkenal tentu saja Medan Prajaji.Dengan koran ini, Minke bereru berseru kepada rakyat Pribumi tiga hal meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghapuskan kebudayaan feodalistik Sekaligus lewat langkah jurnalistik, Minke berseru seru Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan
Jejak Langkah Kehadiran roman sejarah ini bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan namn juga mengisi isu kesusastraan yang sangat min

  • Title: Jejak Langkah
  • Author: Pramoedya Ananta Toer
  • ISBN: 9798659147
  • Page: 214
  • Format: Paperback
  • 1 thought on “Jejak Langkah”

    1. Jika pada buku sebelumnya, Anak Semua Bangsa, Minke mulai mengenal kehidupan rakyat Hindia yang tertindas oleh kekuasaan kolonial, maka buku Jejak Langkah menceritakan perjuangan Minke mempelopori gerakan nasional melalui organisasi modern dan surat kabar.Pada tahun 1906, Minke mendirikan Syarikat Prijaji bersama Thamrin Mohammad Thabrie, dua tahun sebelum berdirinya Boedi Oetomo (BO). Tahun 1909 Minke menggagas berdirinya Syarikat Dagang Islamijah (SDI), juga bersama Thamrin Mohammad Thabrie, y [...]

    2. (General Review)Lelaki belasan tahun yang mulai berkumis itu telah meninggalkan Surabaya menuju Batavia(Betawi) untuk menempuh pendidikan sebagai seorang dokter. Membaca bab pertama pada buku ini layaknya ketika saya membaca buku Batavia di awal abad 20. Minke menggambarkan apa yang dilihatnya pada sebuah kota yang jauh lebih besar dan maju daripada kota yang ia tinggali terlebih dahulu.Pribumi yang menjadi mahasiswa kedokteran adalah pribumi terpelajar yang biasanya berasal dari golongan priyay [...]

    3. ''Jejak Langkah''* "dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya. (''Minke, 2)* "Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. (''Von K [...]

    4. Aku lari ke belakang, cepet-cepet mandi. Masuk ke kamar,mengenakan pakaian kemarin. Semua telah terkunci di dalam kopor atau lemari. Kotak kunci pun terkunci. Anakkunci dibawa Prinses tak tahu lagi aku bagaimana kemunculanku. Destar aku pasangkan sekenanya. Dan selopnya yang sebelah ah kau selop, dimana pula kau bersembunyi? Mengapa pula kau ikut-ikutan mengganggu aku? Rupa-rupanya anak anjing tetangga sebelah telah menyembunyikannya, atau menggondolnya. “Piaaaaah!”“Selop! Mana selop!”.T [...]

    5. Buku ketiga tetralogi buru ini begitu tebal. Kisahnya panjang dan berliku. Elemen kesejarahan kadang mendominasi elemen mikro kehidupan Minke. Terasa sedikit menunggangi. Tapi aku rasa begitulah hidup dalam masa pergolakan. Hampir saja elemen kesejarahan itu membuatku memberi bintang tiga untuk buku ini. Sampai ketika Prinses van Kasiruta, istri Minke yang bangsawan Maluku itu, menembak gerombolan Robert Suurhof. Yes! Rasain hehehe Plot cerita lantas makin deras dan berliku. Seru! Di sela-sela k [...]

    6. Judul: Jejak LangkahPenulis: Pramoedya Ananta ToerPenerbit: Lentera DipanteraHalaman: 724 halamanTerbitan: 2007 (pertama terbit 1985)"Jejak Langkah" adalah buku ketiga dari kuartet Buru yang Pramoedya ciptakan selama pengasingannya di Pulau Buru.Novel ketiga ini menceritakan bagaimana Minke yang telah melakukan observasi dan yang telah tumbuh perasaan nasionalismenya (di buku 1 dan 2), perlahan mulai mengatur perlawanan terhadap cengkraman Belanda.Pernah dengar pepatah 'di belakang pria yang heb [...]

    7. Ulasan Jejak LangkahBuku Jejak Langkah merupakan buku ketiga dari tetralogi Pulau Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Tiga buku pertama pada dasarnya membahas tentang perjalanan hidup seorang Minke. Pada buku keempat, tokoh Minke menjadi Tirto. Minke dan Tirto merupakan orang yang sama tetapi Tirto adalah sosok Minke dalam kehidupan asli. Jejak Langkah melanjutkan perjalanan hidup Minke yang sudah diceritakan pada buku-buku sebelumnya, Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa . Pada bagian a [...]

    8. Dari dua buku sebelumnya, mungkin jejak langkah dinilai agak membosankan untuk sebagian besar pembacanya. Dialog-dialog panjang Minke dengan dirinya sendiri dan berbagai tokoh pergerakan yang mulai dikenalkan Pramudya memakan hampir 60 persen dari isi buku.Apabila buku pertama membahas tentang pribadi Minke dan perkenalannya dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh dan terlihat sifat pergerakan belum mencapai pikiran Minke dan buku kedua berkutat dengan Konflik Minke dan beberapa pribumi dengan kekuas [...]

    9. The first book in this quartet This Earth of Mankind made me cry. The second book Child of All Nations made me cry. This third installment of the Buru Quartet made me angry. Colonization just sucks. And when a nation of mixed cultures fight each other while working towards independence, freedom if achieved is tainted. Footsteps is the biggest of the quartet and the most political. From what I understand it is also the last of the first person narrative from Minke's point of view. One more to go [...]

    10. Gue sebenarnya bingung mau ngasih buku yang satu ini angka berapa, tapi gue bulatkan tekad untuk ngasih 4 bintang untuk buku yang satu ini. Jejak Langkah adalah buku ketiga dari tetralogi Buru.Jejak Langkah bercerita tentang sejarah berdirinya beberapa organisasi besar di awal masa perjuangan Indonesia. Sebut saja Boedi Oetomo, Sjarikat Dagang Islamijah dan lain sebagainya. To be honest, di pelajaran sejaran Indonesia, periode ini adalah periode yang paling gue benci; perjuangan Indonesia di kal [...]

    11. Selamat tinggal kekasihku, rengguk hidup ini sampai ke dasar cawan. Capai cita cita mudamu sampai setinggi langit biru, rampas segala yang menjadi hakmu.Deg. Selalu sedih dengan kata perpisahan. Ending yang begini buat makin penasaran sama buku ke empatnya.Overall cerita dibuku ini selalu menginspirasi untuk memikirkan hak hak orang kecil, persatuan bangsa, perubahan, pemberontakan kearah yang lebih baik,. Dan review tentang pelajaran sejarah di masa berdirinya organisasi organisasi indonesia pr [...]

    12. " jangan kehilangan keseimbangan ! berseru-seru aku pada diri sendiri, memperingatkan. dimana -mana aku harus tolak persembahan gelar, jongkok, dan sembah karena kita sedang menuju ke arah masyarakat, dimana setiap manusia sama harganya, dibalik seriap kehormatan mengintip kebinasaan. dibalik hidup adalah mautdibalik kebesaran adalah kehancuran.dibalik persatuan adalah perpecahan dibalik sembah adfalah umpat maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. jangan terima kehormatan atau kebinasaan sep [...]

    13. Menarikkah buku ini tanpa alur sejarah didalamnya?.Sejarah Indonesia adalah daya tarik buku ini. Membaca novel ini adalah cara belajar Sejarah yang lebih menyenangkan, dari pada menghapal point-point, tahun dan nama Raja-raja dalam buku pelajaran Sejarah dibangku sekolah dulu.Serasa mundur berabad-abad dan melihat kegelisahan pemuda masa lalu. Pergulatan Menggugat identitas diri, atau menjual diri pada Belanda.Ternyata Budi Utomo tak semegah bayanganku di buku sejarah bangku sekolahan. Ternyata [...]

    14. Another solid Buru novel. I read the English translation because I got it in the US before I found the original Indonesian. In this novel, pergerakan nasional is at its peak and the hero has a roles in Budi Utomo and especially Sarekat Dagang Islam. He's painted as a very important pergerakan figure, will need to check with history sources to see how much is true. But it is very cool to see the novelization of pergerakan struggle, the challenge of standing up to the colonial power, and educating [...]

    15. Dan posisi favorit Anak Semua Bangsa harus rela tergeser oleh Jejak Langkah.Sebenarnya sudah punya sejak setahun lalu, beli setelah menyelesaikan Anak Semua Bangsa, tapi kemudian hanya tertumpuk karena terdistraksi oleh buku kuliah. Baru setelah kebanjiran awal Februari kemarin saya akhirnya menemukan buku ini lagi dan membacanya.Boleh dibilang, kalau Bumi Manusia bercerita mengenai romansa dan Anak Semua Bangsa mulai bercerita tentang penyadaran kebangsaan, maka Jejak Langkah menceritakan menge [...]

    16. Inspiratif. Hal ini yg paling aku suka dari buku yg ini. Berkisah ttg Minke yg dibayang2i oleh seruan istri keduanya agar dia mendirikan organisasi utk bangsanya sendiri. Pribumi. Hal itu menggelisahkan hati Minke yg mulai diliputi kepedulian akan keapatisan bangsany sendiri. Juga terlalu tunduk oleh kekuatan kolonialisme dlm berbagai bentuk.Namun, jalanny tak selalu mulus. Belum-belum, Minke telah dihadapkan pada bupati yg bersikap seperti raja kecil yg gila hormat. Gila pd sembah dan jalan ber [...]

    17. Buku “Jejak Langkah” karya Pramoedya Ananta Toer merupakan buku ke-3 dari tetralogi yang menceritakan perjalanan hidup Minke pada masa kolonial Belanda yang dilapisi oleh konflik politik, percintaan, serta aspek lainnya yang memberi para pembaca perspektif baru dalam kolonial Belanda yang diceritakan dengan atmosfer semi-fiksi. Namun, pada buku ini, cerita Minke diawali oleh kedatangannya di Betawi untuk meneruskan pendidikan di STOVIA sampai sanksi pengasingan yang dijatuhkan kepadanya. Nov [...]

    18. Footsteps by Pramoedya Ananta ToerThird book in the Buru Quartet. Minke who we have followed from a teenager in “This Earth of Mankind” and “Child of All Nations” grows to become a man and a political being in this book. This book synthesizes the plot structure and the politics of the first two books and adds on a great historical emphasis to bring these two aspects closely together. Though dense at times, because of historical reference, it is not an unbearable weight, but more so a cor [...]

    19. Dalam buku ini Minke sekali lagi membuat gebrakan untuk para pribumi yang ditindas selama masa kolonial di Hindia Belanda. Jurnalisitik merupakan senjata yang digunakan oleh Minke dalam melawan Gubermen pada masa kolonial tersbeut. setiap kata-kata yag digunakan oleh Minke untuk menyerang Gubermen ini sangatlah tajam dan tersirat untuk menyindir Gubermen dan membuat Gubermen pun geram dengan hanya seorang pribumi yang membuat suatu gebrakan tersebut. Betawi lah awal dari Minke membuat gebrakan t [...]

    20. Ulasan Jejak LangkahAneza Hakim"Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.” (Toer, 202) Melihat sampul buku ini, pembaca berasumsi bahwa buku ini akan menjadi buku yang penuh dengan sejarah, kebosanan dan fakta non fiksi yang dapat kita pelajari dari buku sejarah lain atau bahkan situs-situs di alat elektronik. Pada awalnya, pembaca pes [...]

    21. Pada saat cerita dimulai pembaca kembali diperkenalkan kepada Minke. Ia adalah tokoh dan protagonis utama di dalam Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Sebagai pembaca mula-mula, tentu ada aura misterius tentang Minke, seseorang yang tiba-tiba sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Betawi untuk belajar menjadi dokter. Tentunya berbagai pertanyaan muncul di kepala para pembaca, seperti “Bagaimana ia dapat masuk STOVIA?” atau “Mengapa ia menggunakan pakaian Eropa ketika datang k [...]

    22. Pindahnya Minke ke Batavia untuk menempuh pendidikan dokter di STOVIA atau yang sekarang dikenal sebagai FKUI dengan bantuan dana dari Gubernemen. Hal ini membuat Minke berjarak dengan Nyai Ontosoroh, Ibu mertua yang mengajarkan begitu banyak kehidupan dan lika-likunya. Di Batavia ia hidup di asrama dengan segala peraturan dan tata tertib yang sering dilanggarnya, ia belajar dan tetap mengasah kemampuan menulisnya. Salah satu langkah permulaan hingga ia terlibat sangat jauh dalam dunia jurnalis [...]

    23. Aduh, endingnya lagi2 begini. Minke ini kasian betul nasibnya. Dari buku 1 sampai 3 ini, gak habis-habisnya musibah yang hrs dia hadapi. :-(Berharap di buku selanjutnya, Rumah Kaca, kehidupan pribadinya bisa lebih cerah. *hmm, apa mungkin?*Membaca Jejak Langkah, lebih terasa seperti membaca buku sejarah daripada roman. Maklum, buku ketiga dari tetralogi Buru ini sudah masuk ke tahun-tahun dimulainya perlawanan thd Hindia Belanda melalui kekuatan pers dan organisasi pribumi. Minke terlibat dalam [...]

    24. Buku Jejak Langkah merupakan buku seri ke-3 dari tetralogi yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku ini diterbitkan oleh Lentera Dipantara seharga Rp143.000,00. Isi cerita dari buku ini melanjutkan jalan cerita dari buku sebelum-sebelumnya, yaitu tentang jalan hidup seorang Minke (tokoh utama dalam cerita) dari masa ke masa. Cerita buku ini dibuka dengan sampainya Minke di sekolah kedokteran Stovia. Ia mendorong dirinya untuk menjadi siswa kedokteran, agar memiliki pendidikan yang dikenal p [...]

    25. pergulatan diri yang dialami minke dalam perjalan sejarah bangsanya apa yang akan dilakukan demi membela kepentingan bangsanya yang akhirnya menjadikannya seorang kepala redaksi harian medan yang berbahasa melayu dan membela kepentingan rakyat hindia pada waktu itu yang belum memiliki harian sendiri, disamping berdirinya organisasi satu bangsa dalam SDI yang juga dibidaninya.Perkembangan yang sangat signifikan terhadap para pembaca medan serta merta membuat anggota organisasi SDI berkembang pesa [...]

    26. The third book in the Buru quartet continues the story of Minke and his quest to gain power, independence and freedom for he and other Indonesian Natives. This book moves away from the first two in that all of the other characters beside Minke are minor. But new characters are introduced. Minke also moves to a new city, a large city and begins to establish a movement to bring greater power and freedom to his own people.At its heart this book is a story about a journey. It is a journey of a boy t [...]

    27. Judul: Jejak LangkahPenulis: Pramoedya Ananta ToerPenerbit: Lentera DipantaraJumlah Halaman: 721Jejak Langkah adalah buku tulisan Pramoedya Ananta Toer. Ini adalah buku ketiga dari roman tetralogi yang bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan yang terjadi pada periode awal abad ke-20. Pramoedya ingin memberi sebuah pandangan baru untuk melihat sejarah dari sisi yang berbeda. Dengan begitu, ia menggunakan tema nasionalisme di buku ini dan buku-buku lain yang ia tulis.Buku ini bercerita tentang [...]

    28. Buku Jejak Langkah ini adalah buku ketiga dari ‘Tetralogi Pulau Buru’ yang diciptakan Pramoedya Ananta Toer. Di buku sebelumnya (Anak Semua Bangsa), Minke memilih untuk melanjutkan edukasinya ke Batavia. Minke ingin meneruskan edukasinya dengan belajar kedokteran di STOVIA. Di buku yang ketiga ini, kehidupan Minke akan berlanjut di Batavia. Dimulai dengan Minke datang ke STOVIA. Minke dibawa ke asrama sekolah kedokteran, tempat tinggal Minke di Batavia. Ketika sampai di STOVIA, Minke sedan [...]

    29. Buku Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer ini merupakan suatu karya sastra terbaik yang Indonesia pernah alami, dengan cara penulisan cerita dan pengangkatan topik yang begitu inspiratif. Pembaca seperti saya sendiri, seorang pelajar SMA, bahkan dapat mendapatkan dan merasakan inti sari dari ceritanya dengan mudah dan secara mendalam. Cerita yang tertera dalam buku ini sungguh dapat dijadikan sebuah panutan bagi anak-anak muda Indonesia, dengan penampilan karakter-karakter daripada seorang [...]

    30. ternyata interpretasi makna benar di pengaruhi cara berpikir pembaca/penikmat rangkaiannya.rnah baca buku ini dari hasil pinjaman jaman sma atau kuliah (sampe lupa persisnya) dan yang teringat dulu bku2 dalam tetralogi ini begitu jauh dari yang mungkin saya bayangkan nyatanyabuat saya masa2 pergerakan yang dituangkan dalam rangkaian tulisan ini "merely" bagian dari sejarah yang tidak terlau bisa saya nikmatitapi setelah akhirnya saya miliki buku2 ini dan entah kenapa insist untuk tidak membacany [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *